Hadir Mengawal Aspirasi Masyarakat Keera, Bupati Wajo Dapat Apresiasi Dari DPRD Provinsi

  • By BerWa
  • Agustus 13, 2020
  • 0
  • 102 Views

BERITAWAJO.ID, MAKASSAR – Puluhan masyarakat Kabupaten Wajo yang didampingi Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) Memenuhi Undangan DPRD Prov. Sulawesi Selatan.

Pada Kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini di hadiri juga Sri Endang Sukarsih (Staf Ahli Gubernur Sulsel), Dinas Kehutanan Sulsel, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wajo, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VII Makassar, Bupati Wajo, Amran Mahmud dan Anggota DPRD Wajo diantaranya Taqwa Gaffar (Ketua Komisi III) dan Herman Arif (Anggota Komisi II), Camat Keera dan Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) dan perwakilan masyarakat Kegiatan ini digelar di Ruangan Komisi B DPRD Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo Makassar, Kamis (13/8/2020).

Baca Juga : Respon Cepat Andi Etti, RDP Pematokan Lahan di Keera Digelar Besok

Dalam RDP ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Nurhidayati Zainuddin,

Kegiatan RDP hari ini berjalan lancar dan semua pihak yang diundang hadir dalam pertemuan ini, Yang paling sangat istimewa adalah kehadiran Pak Amran (Bupati Wajo). Ini menjadi bukti komitmen beliau untuk mengawal aspirasi warganya,” ujar Andi Nurhidayati.

lebih lanjut, A. Etti mengatakan “Biasanya, jika Bupati yang diundang itu diwakilkan kepada pejabat lain untuk hadir. Selama Kami di DPRD Sulsel memfasilitasi RDP baru kali ini ada Bupati yang hadir langsung mengawal aspirasi masyarakatnya” jelasnya.

Setelah mendengar pemaparan dari berbagai pihak khususnya masukan dari Pemda Wajo dan Staf Ahli Gubernur Sulsel.

“Rapat tadi menghasilkan kesepakatan untuk membentuk tim investigasi bersama yang melibatkan semua pihak untuk mengetahui persoalan secara utuh terkait pematokan lahan di Kecamatan Keera. Persoalan rehabilitasi hutan memang sangat penting namun pemerintah juga harus memperhatikan hak-hak masyarakat, tidak boleh dirampas begitu saja,” ujar Wakil Ketua PPP Sulsel ini.

Terkait kemungkinan dipindahkannya lokasi rehabilitasi yang direncanakan oleh Dinas Kehutanan Sulsel yang sekarang berada di lokasi pemukiman dan aktifitas perekonomian masyarakat masih sangat dimungkinkan terjadi, paparnya.

“Kita liat saja nanti hasil tim investigasi, ini penting karena lahan dipatok oleh Dinas Kehutanan diklaim masyarakat bersertifikat dan BPN juga minta waktu mencocokkan datanya. Saya pribadi berharap lokasinya dipindahkan dari pemukiman warga, karena informasi yang kami dapatkan masih ada kawasan hutan lainnya yang bisa direhabilitasi yang dekat dari tempat sekarang,” tutupnya.(AH)

Editor : Edi Prekendes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *