oleh

Dari Ajudan Hingga Jadi Wakil Rakyat Beginilah Perjalanan H. Mustafa Politisi Gerindra

-News-41 views

BERITAWAJO.ID – H. Mustafa, SH., M.Si merupakan Anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara, Kipra di instansi kepolisian selama 20 tahun lamanya merupakan waktu yang tidak singkat pengalaman serta trik rekor yang di miliki tidak diragukan lagi.

Hingga akhinya Dia memilih pensiun dini untuk kembali mengabdikan diri di kampung halamannya.

Berat untuk meninggalkan instansi kepolisian namun Dia memiliki amanah dari almarhum orang tuanya.

“Dia sangat cinta lembaga kepolisian dan sangat berat meninggalkan institusi kebanggaannya, tetapi karena pesan dari Almarhumah Ibu saya yang sangat ingin melihat senyuman masyarakat Wajo karena saya,” tuturnya.

Meski menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak hanya dari kalangan Politisi dan Generasi Milenial saja.

Seperti halnya anggota DPRD Kabupaten Wajo yang kembali menampilkan wajah baru di periode 2019-2024 kali ini yakni Anggota Kepolisian Brigade Mobile (Brimob) Polda Sulawesi Tenggara menjadi Anggota DPRD Kabupaten Wajo.

“Dalam perjalanan untuk duduk di kursi DPRD Kabupaten Wajo, Dia tidak memiliki banyak waktu untuk bersosialisasi. Seminggu sebelum pemilihan dia baru datang ke Wajo karena kesibukan di Kendari,” paparnya.

Beliau menjadi Anggota DPRD Kabupaten Wajo menjadi harapan baru bagi masyarakat Kecamatan Tanasitolo dan Kecamatan Majauleng serta secara umum masyarakat Kabupaten Wajo.

H. Mustafa, S.H., M.Si merupakan wajah baru yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Wajo Periode 2019-2024 merupakan Anggota Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Kabupaten Wajo yang sebelumnya pernah menjadi ajudan dua Gubernur Sulawesi Tenggara selam 10 tahun lamanya.

Menurutnya, Dia banyak belajar mengenai pemerintahan selama menjadi ajudan pribadi Gubernur sehinnga beliau tergerak untuk mengabdikan diri dikampungnya.

Beliau sendiri bergabung di Partai Gerindra dan mendaftar menjadi Calon Legislatif (Caleg) Daerah Pilihan (Dapil) Kecamatan Majauleng dan Kecamatan Tanasitolo.

Lebih lanjut, Dia menceritakan perjalanannya sebelum menjadi Anggota DPRD Kabupaten Wajo.

“Dia menjadi ajudan pribadi Gubernur selama 10 tahun, Gubernur terpilih 2018 masih ingin menjadikan saya menjadi ajudan pribadinya tetapi dengan niat yang baik saya lebih memilih kembali ke kampung untuk mappadeceng,” ceritanya.

“Awal bergabung politik, saya pelajari dan kaji Partai mana yang baik bagi saya. Pilihan saya mantap untuk bergabung di Partai Gerindra sebab sampai sekarang saya anggap Nasionalis,” tuturnya.

“ Terpilih dengan hasil suara 2.068 di dua Kecamatan yakni Kecamatan Tanasilo dan Kecamatan Majauleng yang merupakan keluarga besar ayah dan ibu saya serta saya yang lahir di Desa Ujunge, paparnya.

“Dia tidak terpaku pada Dapil tersebut, Dia ingin mengabdikan dan berjuang demi kepentingan masyarakat Kabupaten Wajo serta memberikan solusi kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Wajo untuk Wajo yang lebih baik,” harapnya.

“Sekarang Dia sudah menjadi Wakil Rakyat Wajo, dan akan berjuang untuk masyarakat Wajo,” tutupnya.(Red)

Editor : Edi Prekendes

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed