oleh

Pemerintah Desa Pattirolokka Belum Mewujudkan Harmonisasi Dalam Masyarakat

-Opini-246 views

BERITAWAJO.ID – Usman Abdullah salah satu pemuda dari Desa Pattirolokka(Batangnge) Kecamatan Keera,turut berduka cita atas kejadiaan perkelahian yang tidak mencontohkan cara bermasyarakat yang baik atas perkelahian antar 2 warga Desa Pattirolokka berinisial SR dan SK yang awalnya perkelahian itu dipicu oleh pelemparan anjing SR yang dilakukan oleh SK dan keduanya tidak segan saling melayangkan parang dibagian tubuh masing-masing yang mengakibatkan luka berat yang dialami oleh duanya.

Atas kejadian ini saya mengingatkan kepada pemerintah desa setempat dan jajarannya untuk tidak melupakan pentingnya mengedukasi masyarakat agar tetap hidup rukun sebagaimana peran pemerintah untuk memastikan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat,bukan hanya berfokus pada misi Development yang kadang menyibukkan aktivitas pemerintah desa lalu kemudian kurang memperhatikan dan mengkorscek kondisi masyarakat setempat, ingat “bahwa yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan”(Gusdur).

Saya tegas dan berani mengeluarkan kritikan ini, tentu itu berlandaskan fakta yang terjadi di lapangan, saya melihat pemerintah desa terlalu sibuk mengedepankan pembangunan yang efeknya hanya beberapa persen untuk masyarakat,padahal banyak hal yang lebih urgent yang harusnya diprioritaskan dalam misi pemberdayaan SDM dan itu tidak belum dikerjakan oleh pemerintah desa dan jajarannya.

Baca Juga : Gara gara Anjing 2 Warga Keera Saling Hantam

Kasus semacam ini harusnya menjadi bahan evaluasi untuk kita bersama tanpa menghilangkan peran dari beberapa elemen masyarakat,karena keterlibatan masyarakat dan pemuda itu sangat penting untuk mengawal suksesnya visi misi dari pada pemerintah desa itu sendiri.

Pemerintah desa dan jajarannya harus mengawal dan mempertahankan citra masyarakat yang hidup dipedesaan sebagaimana yang diketahui oleh masyarakat urban,bahwa hidup dipedesaan itu aman dan tentram bahkan tidak sedikit yang merasakan kesejahteraan hidup bercocok tanam dan bermasyarakat di Pedesaan.

Disamping itu saya mempertegas kembali bahwa pemerintah desa harus lebih serius menangani soal ketertinggalan mandset dari masyarakat termasuk adanya kejadian semacam ini adalah bukti ketertinggalan dalam meningkatkan upaya pemberdayaan SDM,dimana masyarakat masih mengedepankan ego dan emosi dibanding menciptakan harmonisasi,budaya ini harus kita retas bersama dengan berpikir panjang dan sehat untuk perpanjangan kemaslahtan anak cucu yang hidup bermasyarakat hari ini dan masa yang akan datang,serta yang terakhir bahwa setidaknya kita tidak meninggalkan warisan aset yang tidak sehat untuk anak cucu kita di Kampung.

“Budaya mempertahankan siri itu penting asal tidak bertolak belakang dengan asas kemanusiaan”(Red)

Editor : Edi Prekendes

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed