Pemerintah Kabupaten Wajo Abaikan Rumah Adat Atakkae

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter

BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Sudah bertahun-tahun ikon milik Pemerintah Kabupaten Wajo diduga tidak pernah dipelihara, akibatnya terjadi kerusakan diberbagai tempat. Salah satu ikon tersebut yakni, Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae yang berada di Jantung Kota Sengkang tepatnya di Kelurahan Atakkae Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo.

Miris memang, tempat wisata yang sudah sangat identik melekat pada wajah peradaban Bumi Lamaddukkelleng ini kondisinya sudah tidak terawat, bahkan beberapa rumah adat di kawasan tersebut telah rusak parah seakan diabaikan oleh pemerintah.

Baca Juga :  Kondisi Kawasan Rumah Adat Atakkae, Yang Terkesan Tak Terurus Dan Terabaikan

Dari segi penghasilan, kawasan wisata rumah adat atakkae lumayan menjanjikan. Terlihat dari masih besarnya animo warga dan banyaknya event yang diselenggarakan di sana. Namun sayang,  penghasilan yang diperoleh dari biaya masuk perorang dan event/kegiatan untuk menyewa rumah adat tidak sejalan dengan perawatan Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae.

Kondisi tersebut menimbulkan rasa kecewa masyarakat khususnya warga yang bermukim di sekitar kawasan tersebut. Pasalnya beberapa bangunan rumah adat dan berbagai fasilitas taman yang berada di dalam, kondisinya sudah sangat memperihatinkan bahkan banyak yang sudah mengalami kerusakan, belum lagi dengan rumput-rumput ilalang yang tumbuh lebat di fasilitas taman lokasi tersebut.

Masse’, dan beberapa warga lainya yang ditemui langsung di sekitar kawasan wisata itu sangat menyayangkan kondisi ini. Menurutnya, kondisi ini jauh dari kata diperhatikan, bahkan terkesan terabaikan dan tak terurus lagi. Padahal kawasan Wisata rumah adat Atakkae ini merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Wajo umumnya dan Sengkang khususnya.

Bupati Wajo DR. H. Amran Mahmud yang ditemui di Kawasan Wisata Rumah Adat Atakkae pada hari Sabtu 6 Maret 2021 di salah satu kegiatan mengatakan bahwa pemerintah daerah sudah bekerja keras untuk memperbaiki kawasan rumah adat atakkae, tetapi karena kondisi 2 tahun terakhir pemerintahan Amran Mahmud selalu terkendala anggaran.

“Kedepannya, pemerintah akan berusaha mencari pihak ke tiga untuk mempertahankan dan mengembangkan kawasan ini untuk menjadi wahana refresing bagi masyarakat sehingga ikon ini bisa membanggakan kabupaten Wajo”, pungkasnya.(Tim Red)

Editor : Edi Prekendes

Related Posts