Tanggapi HIPERMAWA, Kepala Inspektorat Wajo Beri Penjelasan

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter

BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Salah satu peserta unjuk rasa, Dewan Pembina Hipermawa Keera Syaifullah AM yang ditemui setelah kegiatan menyampaikan tujuan mereka dalam melakukan aksi ini yakni, agar mengingatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo supaya bisa serius dalam hal meminimalisir peluang korupsi di Internal Pemerintahannya ke bawah, termasuk pada penganggaran Mobil Ambulance Desa ini.

Dia menilai saat ini Mobil Ambulance desa yang telah menelan banyak biaya sekarang digunakan sebagaimana mestinya. Menurut Syaifullah AM seharusnya jika Kepala Inspektorat yang saat ini menjabat, jika memang sudah tidak mampu menangani persoalan ini seharusnya mundur.

Sementara itu Kepala Inspektorat Kabupaten Wajo Saktiar, S.Sos, M.Si menanggapi aksi tersebut menyampaikan bahwa dalam pertemuan tadi setidaknya ada empat poin penting yakni masalah pengadaan Mobil Ambulance Desa, Branding Mobil Ambulnce Desa, Danah hibah, dan pelimpahan kasus ke APH.

Sakhtiar menjelaskan Terkait masalah Mobil Ambulance Desa itu memang menjadi temuan BPK namun hanya berupa temuan administrasi, dan hal itu telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo. Kemudian terkait Branding Mobil Ambulance Desa telah menjadi penanganan pihak kepolisian dalam hal ini Polres Wajo yang saat ini telah berproses.


Selanjutnya masalah dana Hibah Kepala Inspektorat Kabupaten Wajo Saktiar itu menjelaskan bahwa sepanjang anggaran itu ada serta persyaratan untuk mendapatkan dana itu telah dipenuhi maka itu bisa diproses. Dan yang terakhir terkait mekanisme pelimpahan temuan Inspektorat ke APH, Saktiar menyampaikan bahwa semua temuan Inspektorat yang tidak ditindak lanjuti oleh Aparat Desa selama 60 hari maka pihaknya akan mengkoordinasikan dengan pihak APH terkait, baik dikepolisiam ataupun kejaksaan.

Olehnya itu Kepala Inspektoirat Kabupaten Wajo itu sangat mengapresiasi kegiatan Hipermawa ini, agar bisa tercapai keterbukaan informasi ke masyarakat.(Red)

Editor : Edi Prekendes

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Related Posts