Si Jago Merah Hanguskan 6 Rumah di Jalan Jawa Sengkang

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter

BERITAWAJO.ID, SENGKANG – Si Jago merah kembali beraksi di Kota Sengkang tepatnya di Jalan Jawa lorong 2, Kelurahan Teddaoupu Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan Kamis, 26 Agustus 2021.

Akibat peristiwa tersebut sebanyak 6 rumah ludes terbakar yakni rumah milik H. Hasan Basri, Nasir, H. Dedi, Indo Selo, Nurbaya, dan H. Ancha, serta tiga rumah lainnya terdampak sedang/ringan yaitu rumah milik Rusman, Kartini, dan H. Mase.

Menurut saksi mata kebakaran terjadi sekitar pukul 12. 30 Wita Saksi tersebut menuturkan pada saat itu dia mencium bau terbakar, dia pun mencari tahu dari mana bau tersebut dan benar sajalah tidak lama kemudian api telah berkobar sekitar rumahnya setengah jam kemudian.

Pihak pemadam kebakaran sebenarnya cepat sampai pada lokasi kejadian, namun karena minimnya akses masuk ke lokasi tersebut membuat kinerja mereka kurang maksimal.

Baca Juga : Baznas Wajo Memberikan Bantuan ke Korban Kebakaran di Jalan Jawa Sengkang

Lurah Teddaopu Agus Triadi yang ditemui di lokasi kebakaran pada Jum’at, 27 Agustus 2021 pagi menyebutkan, untuk saat ini pihkanya masih terus mendata yang nantinya akan mereka laporkan ke dinas terkait.

“Untuk sementara ini 6 rumah yang rusak berat 3 rumah rusak ringan. Kami masih terus mengumpulkan data yang akan laporkan dinas sosial,” ungkapnya.

Di lain pihak, Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A)  Kubapaten Wajo Ahmad Jahran menyampaikan bahwa, setelah mendapat informasi terkait musibah ini Bupati Wajo telah memerintahkan untuk memberikan bantuan logistik kepada para korban. Dia menyebut, saat ini bantuan tersebut sementara dipersiapkan dan akan diserahkan langsung oleh Bupati Wajo.

“Dari dinas Sosial mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo Insya Allah memberikan santunan sebesar 3 juta rupiah kepada rumah yang ludes terbakar, dan akan kami laporkan kembali ke bapak Bupati,” ujarnya.

Sementara itu, H. Rustan salah satu tokoh masyarakat yang tinggal di depan lokasi kebakaran menyebutkan bahwa kebakaran ini merupakan kejadian yang kedua kalinya di lorong tersebut setelah sebelumnya peristiwa serupa terjadi pada tahun 2010.

H. Rustan menuturkan sebenarnya pada peristiwa tersebut masyarakat telah dijanji untuk dibuatkan penutup parit agar supaya menjadi akses mobil pemadam masuk ke lorong tersebut, namun yang teresalisasi baru sekitar seperempat dari yang seharusnya.

Olehnya itu dia berharap agar dengan adanya peristiwa ini pemerintah bisa kembali memikirkan solusi untuk masalah ini.

“Kami dari masyarakat sekitar sini meminta pemerintah untuk menyediakan (kran) air hydrant yang tembus ke PDAM lengkap dengan pipa (peralatannya) lengkap, agar supaya jika ada (peristiwa) semacam ini, cepat kita tangani,” pungkasnya.

Bila anda ingin ambil berita tolong tulis dari Sumber Media kami 

Penulis : Sulaiman Saputra

Editor   : Edi Prekendes

Print Friendly, PDF & Email

Related Posts