Arah Baru HIPERMAWA : Konsep Kaderisasi Intelektual

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter

BERITAWAJO.ID – Persoalan Kaderisasi merupakan persoalan krusial di dalam sebuah organisasi dan setiap organisasi memiliki kultur kaderisasi yang berbeda, tergantung apa dan dimana organisasi itu, tetapi semua organisasi memiliki tujuan yang sama yaitu membuka dan membentuk kaderisasi untuk setiap kadernya dengan caranya sendiri, tanpa konsep kaderisasi dari setiap organisasi pastilah akan sedikit menghambat jalannya proses kelembagaan yang dinamis dan berkemajuan.

Sama halnya di dalam lingkup Himpunan Pelajar Mahasiswa Wajo (HIPERMAWA) tentu memiliki konsep kaderisasi yang bertujuan untuk membentuk Kader-kader yang loyal untuk berkiprah di masyarakat. Berbicara tentang HIPERMAWA saya juga pernah menulis opini tentang kaderisasi yang di release di Thepost.id memperkuat pondasi kaderisasi dalam tubuh HIPERMAWA dalam opini tersebut menjelaskan bagaimana kita memperkuat pondasi kaderisasi untuk kelancaran kelembagaan Himpunan Pelajar Mahasiswa Wajo, melihat Akhir-akhir ini kondisi kaderisasi di HIPERMAWA sangat minim mengarah ke bidang intelektual kader, fokusnya hanya kepada pengabdian masyarakat yang bekerja secara tidak terstruktul selayaknya komunitas belaka, ini menjadi keresahan kita sebagai kader HIPERMAWA yang sangat memperhatikan alur-alur organisasi yang telah diatur dalam konstitusi HIPERMAWA.

Hal yang sangat luar biasa sebenarnya bagi kita organisasi kedaerahan yang turun langsung ke masyarakat untuk memberikan partisipasi, tetapi dalam sebuah proses tentulah ada pembelajaran yang harus kita petik, seminimal mungkin kita bisa bekerja secara terstruktur dan terkoordinir.

Basa Juga : 56 Tahun HIPERMAWA : Peran dan Kontribusi di Kampung Halaman

56 Tahun HIPERMAWA ini harus mengambil haluan menuju arah baru dengan konsep kaderisasi intelektual, artinya HIPERMAWA harus mengambil langkah pasti untuk membuka Ruang-ruang intelektual bagi kadernya, misalkan membuat Pelatihan-pelatihan yang nantinya bisa meningkatkan kualitas seluruh kader HIPERMAWA, juga melihat kondisi internal HIPERMAWA saat ini itu bisa membangkitkan kembali semangat kita semua untuk mengubah pola kaderisasi yang selama ini kita jalankan, juga dengan dukungan sumber daya manusia yang memungkinkan, para Senior-senior terdahulu yang memiliki potensi dibidangnya masing-masing merupakan sebuah support yang sangat luar biasa untuk menuju kearah yang lebih baru dan berkemajuan.

Persoalan internal HIPERMAWA itu sendiri yang semakin hari semakin carut marut disebabkan oleh karna kurangnya porsi belajar kita semua untuk tau proses organisasi pada umumnya, sebagian kader mungkin terlalu bersemangat untuk melangkah ke arah yang lebih maju Sampai-sampai mereka berani menerobos Aturan-aturan yang telah diamanatkan di dalam Konstitusi HIPERMAWA, persoalan egosektoral yang nantinya akan menjadi boomerang bagi kita semua juga harus kita singkirkan secara bersama sama.

Seperti yang saya katakana tadi bahwasanya kita memiliki peluang yang cukup besar untuk membangun kaderisasi intelektual di HIPERMAWA, saya mengajak kepada seluruh Kawan-kawan HIPERMAWA dan seluruh dewan senior dimanapun berada untuk berdiskusi tentang bagaimana arah HIPERMAWA ke depannya di usia 56 tahun ini, saya pikir semua kader memiliki gagasan-gagasan yang berbeda untuk HIPERMAWA ke depan, sama halnya dengan saya pribadi sebagai penulis yang memiliki  Pandangan-pandangan mengenai HIPERMAWA terkhususnya di wilayah Kaderisasi. Mari berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai hal ini. Terimakasih,  Salam HIPERMAWA!!!

Penulis : Andi Nasrullah

Editor   : Edi Prekendes

Print Friendly, PDF & Email

Related Posts